I've been planning to give two of my oldest daughter's teachers some gifts as Emily's graduation was near. She graduated from middle school last Friday and I've got the perfect gifts for them. But all the school activities toppled on top of another and filled up my days that I couldn't get to create the cards for them. When Friday morning came, I woke up early and spent some times to make two simple cards. Nevertheless, I could only did so much in a short time, so I chose to make just two simple cards. I cut-out images on the front part of the cards then decorate them with metal flower for one card, and another with some rhinestones. While at the back of the card front, I adhered patterned paper to accentuate the card, so they wouldn't look too bland. We decided to give the gifts to Emily's firs grade teacher, as she was her first teacher at her elementary school, and to her eight grade teacher, as she was her last homeroom teacher in middle school. For your information, Emily has been in the same school through her elementary and middle school for eight years there. Her teachers loved the gifts and the cards very much.
Showing posts with label greeting card. Show all posts
Showing posts with label greeting card. Show all posts
Tuesday, June 25, 2013
Monday, April 8, 2013
Kartu Concertina Istimewa Untuk Emily
Si sulung, Emily, mau berulang tahun ke-14 minggu lalu. Layaknya di tahun-tahun sebelumnya, saya membuatkan dia kartu ucapan. Kebiasaan ini sudah saya kerjakan beberapa tahun, tapi saya lupa kapan pastinya. Dulu waktu saya kecil, mendiang mama suka membuatkan saya kartu ucapan ulang tahun sederhana. Beliau akan menggambar bunga dengan pulpen, lalu mewarnainya dengan pensil warna. Lalu beliau menuliskan tulisan "Selamat HUT ke-..." memakai huruf Romawi, buat saya. Sayangnya, kartu-kartu yang sangat berkesan itu hilang entah keman, karena keluarga saya dulu kerap berpindah rumah. Tapi saya masih ingat kebiasaan mama itu dan ingin meneruskannya untuk anak-anak.
Kali ini, untuk kartu ulang tahun Emily, saya membuat kartu dengan dasar concertina atau berbentuk mirip akordion. Saya ingin mengisinya dengan harapan-harapan saya dan bagaimana dia di mata saya. Beberapa hal yang Emily sukai, saya pakai di dalam kartunya, biola dan macaroon. Kebetulan sewaktu kami jalan-jalan ke New York, kami mampi rke toko kertas Paper Source. Di situ saya melihat ada sticker berupa macaroon dan langsung membelinya untuk kartu Emily. Kertas dasar kartunya sendiri adalah karton biasa, berwarna kuning. Nuansa warna yang saya padukan adalah merah muda, hijau, dan hijau. Ada empat halaman di kartunya, dengan bonus halaman terakhir, khusus untuk memberikan pernyataan kartu itu untuk siapa. Kartu ini saya ikutkan kegiatan Prakarya Kertas yang saya prakarsai lewat group Prakarya Kertas di Facebook.
Kali ini, untuk kartu ulang tahun Emily, saya membuat kartu dengan dasar concertina atau berbentuk mirip akordion. Saya ingin mengisinya dengan harapan-harapan saya dan bagaimana dia di mata saya. Beberapa hal yang Emily sukai, saya pakai di dalam kartunya, biola dan macaroon. Kebetulan sewaktu kami jalan-jalan ke New York, kami mampi rke toko kertas Paper Source. Di situ saya melihat ada sticker berupa macaroon dan langsung membelinya untuk kartu Emily. Kertas dasar kartunya sendiri adalah karton biasa, berwarna kuning. Nuansa warna yang saya padukan adalah merah muda, hijau, dan hijau. Ada empat halaman di kartunya, dengan bonus halaman terakhir, khusus untuk memberikan pernyataan kartu itu untuk siapa. Kartu ini saya ikutkan kegiatan Prakarya Kertas yang saya prakarsai lewat group Prakarya Kertas di Facebook.
Sunday, March 24, 2013
Kartu Berukiran HAPPY BIRTHDAY
Berkarya dengan sederetan huruf yang merangkai sebuah kata itu bisa dijadikan pusat perhatian di sebuah kartu ucapan. Kartu ulang tahun yang baru-baru ini saya buat, di bagian depannya berhiaskan ukiran di kertas bertuliskan "Happy Birthday". Tulisan ini adalah hasil gambaran saya sendiri di atas sebuah kertas karton berwarna putih. Tulisan itu kemudian saya potong bagian-bagiannya, lalu warnai memakai tinta stempel. Proyek kartu berhiaskan tulisan berupa potongan atau ukiran di kertas ini saya ikutsertakan di kegiatan Prakarya Kertas lewat group Facebook yang saya kelola. Untuk lebih jelasnya bagaimana cara membuatnya, silahkan memperhatikan uraian saya di bawah.
1. Saya gambar tulisan "Happy Birthday"-nya di atas kertas karton putih.
2. Kemudian saya potong bagian-bagian di gambar tadi memakai pisau ketrampilan.
3. Sesudahnya, saya warnai tulisan "Happy Birthday"-nya dengan cara membubuhkan tinta stempel ke atas kertasnya dan menyapunya perlahan.
4. Siapkan kartu ucapannya sesuai ukuran yang diinginkan. Gambar persegi panjang di bagian depan kartu dan potong, sehingga menyerupai bingkai.
5. Selipkan kertas berhiaskan tulisan "Happy Birthday" ke bagian belakang kartu yang berlubang. Rekatkan.
6. Siapkan kertas bermotif, potong sesuai ukuran kertas berhiaskan tulisan "Happy Birthday"-nya. Tempelkan foam tape atau 3D tape di belakang bagian kartu yang sudah ditempelkan tulisan.
Lalu tempelkan potongan kertas bermotif ke foam tape-nya, menutupi bagian tulisan.
7. Hias kartunya.
(Saya menghiasnya dengan membuat garis putus-putus di sekeliling bingkai di bagian depan kartu. Selain itu saya tempelkan washi tape ke bagian depan kartu dan menambahkan hiasan berupa bunga dari kain dan daun, serta sebuah medalion dari logam.
BAHAN-BAHAN:
- Kertas karton dengan dua warna yang berbeda (saya memakai putih dan hijau muda)
- Kertas bermotif
- Tinta stempel
- Pensil
- Pisau ketrampilan
- Gunting
- Perekat: lem biasa, foam tape (3D tape)
- Hiasan: pita, bunga, sticker, aksesoris, dll.
CARA MEMBUATNYA:
1. Saya gambar tulisan "Happy Birthday"-nya di atas kertas karton putih.
2. Kemudian saya potong bagian-bagian di gambar tadi memakai pisau ketrampilan.
3. Sesudahnya, saya warnai tulisan "Happy Birthday"-nya dengan cara membubuhkan tinta stempel ke atas kertasnya dan menyapunya perlahan.
4. Siapkan kartu ucapannya sesuai ukuran yang diinginkan. Gambar persegi panjang di bagian depan kartu dan potong, sehingga menyerupai bingkai.
5. Selipkan kertas berhiaskan tulisan "Happy Birthday" ke bagian belakang kartu yang berlubang. Rekatkan.
6. Siapkan kertas bermotif, potong sesuai ukuran kertas berhiaskan tulisan "Happy Birthday"-nya. Tempelkan foam tape atau 3D tape di belakang bagian kartu yang sudah ditempelkan tulisan.
Lalu tempelkan potongan kertas bermotif ke foam tape-nya, menutupi bagian tulisan.
7. Hias kartunya.
(Saya menghiasnya dengan membuat garis putus-putus di sekeliling bingkai di bagian depan kartu. Selain itu saya tempelkan washi tape ke bagian depan kartu dan menambahkan hiasan berupa bunga dari kain dan daun, serta sebuah medalion dari logam.
Wednesday, March 13, 2013
Kartu Untuk Ulang Tahun Ke-6
Matematika, sebenarnya adalah bahasa universal yang paling bisa dimengerti semua orang. Tidak ada yang memungkiri pengertian 1 + 1 = 2, baik itu di negeri Timur atau Barat. Rumus matematika itu sama. Oleh karena itu, kenapa tidak menggunakan bahasa matematika sebagai pengantar sebuah ucapan ulang tahun. Selain menjadikan sebuah kartu unik, rumus sederhana matematika yang digunakan sebagai pengantar di kartu bisa mendidik anak yang menerimanya. Kali ini kartu buatan saya, saya buat untuk seorang gadis cilik yang akan berulang tahun ke-6. Rumus yang saya pakai: 5 + 1 = 6, bisa diartikan, sesudah usia 5 tahun, bertambah satu menjadi 6 tahun. Angka pertama dalam rumusnya bisa diganti sesuai usia anak yang berulang tahun.
Saya membuat kartunya dari kertas karton bekas paket pos. Kertasnya tebal dan agak sulit dilipat. Karena itu saya tempelkan pita dari bagian belakang kartu, supaya kartunya bisa tertutup dengan simpulan pitanya. Kartu saya lipat tidak sama panjang, memperlihatkan bagian dalam kartu yng motifnya berbeda. Kartu ini ceria penampilannya dengan warna-warna khas anak-anak. Dua macam kertas bermotif saya tempelkan pada kertas kartonnya. Sementara itu, saya gambar rumus 5 + 1 = 6 di atas kertas sisa, dan melubanginya dengan pisau ketrampilan. Lalu di sekeliling kertas sisa, saya gunting tepiannya dengan gunting berpola dan beri tusukan jarum. Saya lapisi bagian bawahnya dengan kertas berwarna cerah, supaya rumusnya terlihat jelas. Sesudah itu, rumusnya siap ditempelkan ke bagian depan kartu.
Saya membuat kartunya dari kertas karton bekas paket pos. Kertasnya tebal dan agak sulit dilipat. Karena itu saya tempelkan pita dari bagian belakang kartu, supaya kartunya bisa tertutup dengan simpulan pitanya. Kartu saya lipat tidak sama panjang, memperlihatkan bagian dalam kartu yng motifnya berbeda. Kartu ini ceria penampilannya dengan warna-warna khas anak-anak. Dua macam kertas bermotif saya tempelkan pada kertas kartonnya. Sementara itu, saya gambar rumus 5 + 1 = 6 di atas kertas sisa, dan melubanginya dengan pisau ketrampilan. Lalu di sekeliling kertas sisa, saya gunting tepiannya dengan gunting berpola dan beri tusukan jarum. Saya lapisi bagian bawahnya dengan kertas berwarna cerah, supaya rumusnya terlihat jelas. Sesudah itu, rumusnya siap ditempelkan ke bagian depan kartu.
Saturday, March 9, 2013
Proses Membuat Kartu Berbunga
Proyek kartu saya ini termasuk proyek lama dan saya pajang di blog prakarya saya yang lama di Multiply tahun 2009. Kartunya berupa kartu ulang tahun untuk seorang teman. Saat mau membuat kartu ini, saya cuma memakai sebuah bunga terbuat dari logam. Saya gambar dulu gambar beberapa bunga yang bertumpukan di bagian depan kartu. Kemudian saya tambahi detail di semua bunganya. Baru sesudahnya saya potong bagian-bagian tertentu dari bunganya memakai pisau ketrampilan, dan kemudian saya gambar outline di bagian pinggirnya dengan marker. Lalu saya warnai bagian tepian kelopak dan tengah bunga, disusul dengan melapisi bagian dalam halaman depan kartu dengan kertas berwarna. Supaya lebih jelas, silahkan melihat tahap demi tahap saya membuat kartu berbunga ini.
1. Saya gambar pola bunga-bunga di halaman depan kartu.
2. Saya tambahkan gambar detailnya, lalu potong bagian tertentu di bagian tengah semua bunganya.
3. Saya gambar outline di sekeliling kelopak bunganya,untuk memudahkan mewarnai bunganya.
5. Saya warnai bagian luar kelopak bunganya.
6. Saya warnai dan tambahkan detail pada tiap bunganya. Lalu saya berikan kertas pelapis di bagian dalam halaman depan kartunya.
1. Saya gambar pola bunga-bunga di halaman depan kartu.
2. Saya tambahkan gambar detailnya, lalu potong bagian tertentu di bagian tengah semua bunganya.
3. Saya gambar outline di sekeliling kelopak bunganya,untuk memudahkan mewarnai bunganya.
5. Saya warnai bagian luar kelopak bunganya.
6. Saya warnai dan tambahkan detail pada tiap bunganya. Lalu saya berikan kertas pelapis di bagian dalam halaman depan kartunya.
7. Saya bubuhi pinggiran kartu dengan tinta stempel, untuk menambah dimensi kartu.
Tuesday, March 5, 2013
Membuat Kartu Hugs & Kisses
Sebelum blog prakarya saya yang ada di Blogger ini, saya sudah mempunyai dan mengurus sebuah blog yang membahas bagaimana berkarya dengan kertas. Selama lebih dari 4 tahun blog prakarya saya di Multiply menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena saya bisa mengajak orang lain untuk turut berkreasi. Selain itu saya menjadi selalu terdorong untuk menciptakan karya-karya baru dan mengembangkan pengetahuan saya dalam hal prakarya kertas. Kemudian, pada tanggal 23 Mei 2008, saya gagas sebuah kegiatan yang saya beri nama PRAKARYA KERTAS. Kegiatan ini bisa berlangsung antara 3 minggu atau sebulan, yang tiap kali berubah temanya. Tiap kegiatan memiliki moderator yang saya tunjuk, yang kemudian akan mengatur berjalannya kegiatan. Dari PK kami berkembang dan bertambah dekat satu sama lain lewat blog masing-masing, dan sayang sekali karena blog di Multiply katanya mau dibubarkan, kegiatan PK jadinya berhenti. Kemudian ada pemikiran untuk menggalakan lagi kegiatan PK lewat grup di Facebook dan ternyata beberapa teman yang pernah meramaikan kegiatan tersebut di blog sebelumnya, ikut mendukung. Untuk itulah saya mau memulainya lagi .
Karya saya berupa kartu ini saya buat tahun 2009, dalam rangka kegiatan Prakarya Kertas bertema Bermain dengan Huruf dan Angka. Sebagai pemanasan memulai PK di grup Facebook, saya mau mengetengahkan tema yang sama, karena ternyata menyenangkan sekali membuat karya kertas dengan inspirasi berupa huruf dan angka.Salah satu karya yang saya buat adalah sebuah kartu dengan tema "Hugs & Kisses" atau kalau di Amerika, dimana saya tinggal, disimbolkan ke dua huruf XO. Saat saya membuat kartu itu, seorang teman sedang menghadapi kesusahan saat anaknya sednag sakit. Kartunya saya buat untuk memberikan sedikit dukungan moril buatnya, seorang ibu yang sedang berharap anaknya bisa lekas sembuh dari sakitnya. Untuk membuat pola XO-nya, saya memakai clear stamp. Saya mewarnai kertas yang sudah distempel dengan tinta stempel. Berikut adalah tahap-tahap pembuatan kartu "Hugs & Kisses".
Stempel huruf-huruf X dan O ke atas kertas (bertekstur).
Saya lubangi bagian tengah huruf O, kemudian warnai kertasnya dengan cara menyapunya dengan tinta stempel memakai sponge make-up. Lalu saya pertegas outline huruf X-nya memakai spidol.
Siapkan kertas untuk dasar kartunya, dengan nuansa senada. Sesudah itu saya tempel kertas bermotif ke atas kertas kartunya, baru kemudian saya tempel kertas berpola XOXO-nya memakai foam tape untuk menciptakan efek 3 dimensi.
Kemudian untuk hiasan pemanisnya, saya buat dua huruf XO memakai kertas berwarna keemasan. Saya mencontoh hurufnya dari cetakan cookies. Jadilah sebuah kartu sederhana yang manis untuk teman tersayang.
Karya saya berupa kartu ini saya buat tahun 2009, dalam rangka kegiatan Prakarya Kertas bertema Bermain dengan Huruf dan Angka. Sebagai pemanasan memulai PK di grup Facebook, saya mau mengetengahkan tema yang sama, karena ternyata menyenangkan sekali membuat karya kertas dengan inspirasi berupa huruf dan angka.Salah satu karya yang saya buat adalah sebuah kartu dengan tema "Hugs & Kisses" atau kalau di Amerika, dimana saya tinggal, disimbolkan ke dua huruf XO. Saat saya membuat kartu itu, seorang teman sedang menghadapi kesusahan saat anaknya sednag sakit. Kartunya saya buat untuk memberikan sedikit dukungan moril buatnya, seorang ibu yang sedang berharap anaknya bisa lekas sembuh dari sakitnya. Untuk membuat pola XO-nya, saya memakai clear stamp. Saya mewarnai kertas yang sudah distempel dengan tinta stempel. Berikut adalah tahap-tahap pembuatan kartu "Hugs & Kisses".
Stempel huruf-huruf X dan O ke atas kertas (bertekstur).
Saya lubangi bagian tengah huruf O, kemudian warnai kertasnya dengan cara menyapunya dengan tinta stempel memakai sponge make-up. Lalu saya pertegas outline huruf X-nya memakai spidol.
Siapkan kertas untuk dasar kartunya, dengan nuansa senada. Sesudah itu saya tempel kertas bermotif ke atas kertas kartunya, baru kemudian saya tempel kertas berpola XOXO-nya memakai foam tape untuk menciptakan efek 3 dimensi.
Kemudian untuk hiasan pemanisnya, saya buat dua huruf XO memakai kertas berwarna keemasan. Saya mencontoh hurufnya dari cetakan cookies. Jadilah sebuah kartu sederhana yang manis untuk teman tersayang.
Wednesday, February 20, 2013
Kartu Imlek Sederhana
Saya ingin membuat beberapa kartu perayaan tahun baru China (Imlek) sebetulnya, tapi apa daya saya cuma bisa membuat satu. Padahal rencana sudah ada mau membuat seperti apa, ternyata buka hanya pekerjaan rumah saja yang bertambah, ternyata anak dan suami sakit. Jadi saya yang punya waktu sedikit, bisanya membuat sebuah saja kartu buat seorang teman. Kartu lainnya menyusul, meski perayaannya sudah lewat seminggu. Kartunya saya buat sederhana, dengan teknik memotong kertas. Kebetulan saya kangen bermain-main dengan pisau ketrampilan. Jadi kartu ini sekaligus pemanasan untuk membuat proyek lainnya dengan cara memotong kertas.
Bagian luar kartu bisa dibilang sederhaan sekali, sementara bagian dalamnya saya buat meriah dengan paduan warna-warna: merah, emas, cream dan oranye. Seakan-akan bagian dalam kartunya sedang merayakan sebuah pesta tahun baru. Hiasan di bagian depan kartunya berupa manik-manik dari mainan anak saya yang selalu saja saya temukan berceceran. Karena warnanya hijau, mengingatkan saya pada batu giok yang dijadikan perhiasan dalam tradisi China. Sekeliling bagian depan kartu saya jahit tangan dengan benang sulam "floss" berwarna kuning-oranye yang inspirasinya dari jubah para pendeta Budha. Sebisa mungkin kartu perayaan Imlek ini mencerminkan hal-hal yang berlaku atau biasa dalam budaya China. Jadi seklipun kartunya sederhana dan cenderung biasa saja, saya tetap memasukkan detail-detail tertentu yang berhubungan dengan perayaan tahun baru China. Xin Nian Kuai Lei.
Bagian luar kartu bisa dibilang sederhaan sekali, sementara bagian dalamnya saya buat meriah dengan paduan warna-warna: merah, emas, cream dan oranye. Seakan-akan bagian dalam kartunya sedang merayakan sebuah pesta tahun baru. Hiasan di bagian depan kartunya berupa manik-manik dari mainan anak saya yang selalu saja saya temukan berceceran. Karena warnanya hijau, mengingatkan saya pada batu giok yang dijadikan perhiasan dalam tradisi China. Sekeliling bagian depan kartu saya jahit tangan dengan benang sulam "floss" berwarna kuning-oranye yang inspirasinya dari jubah para pendeta Budha. Sebisa mungkin kartu perayaan Imlek ini mencerminkan hal-hal yang berlaku atau biasa dalam budaya China. Jadi seklipun kartunya sederhana dan cenderung biasa saja, saya tetap memasukkan detail-detail tertentu yang berhubungan dengan perayaan tahun baru China. Xin Nian Kuai Lei.
Monday, February 4, 2013
Menyatukan Kartu Concertina & Scrapbook
Siapa bilang sebuah kartu ucapan tidak bisa dibuat ala scrapbook, dengan berbagai detail dan sentimen yang indah serta gambar pemanisnya? Sebuah kartu tidak harus berupa selembar kertas yang dilipat dua, kartu bisa dibuat berbentuk CONCERTINA atau bentuk yang menyerupai akordion. Ukuran kertasnya yang pasti harus cukup panjangnya supaya bisa dilipat beberapa kali. Ukuran lipatan bisa disesuaikan dengan keinginan atau supaya mudahnya, lebar libatan adalah pembagian dari panjangnya, misalkan dibagi 3 atau 4 lipatan. Sesudah tema dari kartunya ditentukan, mulai dengan mengisi halaman demi halaman kartunya. Setiap halaman harus berhubungan satu sama lain dan seakan menciptakan sebuah cerita. Supaya kartu concertinanya menyerupai penampilan scrapbook, kartu harus dihiasi dengan sebuah gambar atau photo, dilengkapi dengan pesan yang bisa berupa uraian panjang atau puisi. Selebihnya, terserah bagaimana pengembangan kreatifitas masing-masing untuk menciptakan sebuah kartu ucapan yang lain dari yang lain.
Kartu concertina ini dibagi menjadi 3 yang mendapat sentuhan suasana Natal pada tahun akhir abad 18 dan awal abad 19.
Tiap halaman dalam kartunya memiliki hiasan yang berbeda tapi tetap berkesinambungan. Puisi karangan pujangga dari era yang sama menjadi hal utama di 2 halaman. Hiasan-hiasannya juga disesuaikan dengan tema yang ditampilkan, melalui ephemera (gambar burung dan bunga), serta hiasan berupa "vintage trim" menambah ketegasan tema dari kartunya. Hiasan lain berupa bulu burung quail (puyuh) yang biasa digunakan sebagai penghias di era 1800 turut melengkapi kartu concertinanya.
Kartu concertina ini dibagi menjadi 3 yang mendapat sentuhan suasana Natal pada tahun akhir abad 18 dan awal abad 19.
Tiap halaman dalam kartunya memiliki hiasan yang berbeda tapi tetap berkesinambungan. Puisi karangan pujangga dari era yang sama menjadi hal utama di 2 halaman. Hiasan-hiasannya juga disesuaikan dengan tema yang ditampilkan, melalui ephemera (gambar burung dan bunga), serta hiasan berupa "vintage trim" menambah ketegasan tema dari kartunya. Hiasan lain berupa bulu burung quail (puyuh) yang biasa digunakan sebagai penghias di era 1800 turut melengkapi kartu concertinanya.
Friday, November 16, 2012
Limbah Itu Indah
Begitu membaca tulisan limbah, yang terbayang adalah barang-barang yang bau, kotor dan harus dibuang jauh-jauh. Tapi tidak semua yang berbentuk limbah patut dibuang. Ada limbah yang bisa digunakan untuk mempercantik karya seni atau dirubah menjadi karya seni itu sendiri. Beberapa proyek terberu saya melibatkan limbah ini dalam bentuk label dari botol soda, bekas kemasan coklat, bekas kantong benih bunga dan kotak tissue. Saya mempunyai koleksi beberapa bekas kemasan coklat, karena saya pecinta coklat. Illustrasi pada kemasan coklat inilah yang awalnya memberikan saya ide untuk menggunakannya sebagai hiasan di kartu ucapan. Selain itu karena kebutuhan tissue yang cukup sering dipakai di keluarga kami, kotak tissuenya menjadi bertumpuk. Kotak-kotak ini menjadi perhatian saya karena warna dan motif serta illustrasinya yang menarik. Proyek pertama menggunakan kotak tissue ini berupa notebook buatan tangan yang pernah saya hadiahkan untuk guru anak-anak di sekolah. Limbah lainnya yang saya pakai ulang untuk proyek ini adalah kantong coklat yang biasa digunakan untuk membungkus barang belanja, terutama yang bentuknya kecil atau dalam kemasan kaca. Di bawah ini adalah hasil dari proyek mengolah limbah tersebut dengan penjelasannya bahan-bahannya.
Bahan-bahan limbah: kantong coklat kecil, halaman buku tua, bekas kemasan coklat, daun kering dari halaman, benang sisa, kertas sisa (kemudian distempel) dan alasnya berupa karton bekas cup holder.
Bahan-bahan limbah: kantong coklat kecil, kertas sisa (yang ada tulisannya), bekas kotak tissue (warna hijau) dan hiasan yang berupa bekas gantungan yang lepas.
Bahan-bahan limbah: kantong coklat kecil, bekas kantong benih bunga, sisa pita, kancing tua, dan kertas sisa.
Bahan-bahan limbah: kantong coklat kecil, label dari botol soda, bulu burung (hasil temuan, misalnya), kertas sisa dan halaman buku tua.
Tuesday, October 2, 2012
The Five-Yellow Rose Card
My friend lost her daughter 10 years ago. She was the same age as my oldest daughter. They even born in the some month. My friend told me how she loved putting everything yellow on her daughter. Three years ago she gave birth to another daughter. Her second daughter was born just three days after her birthday. We were invited to her daughter's birthday party last month and I gave my friend a handmade card decorated with five yellow roses. These roses are a representation of my friend's lost daughter and I chose five as of now her family member becomes five with the birth of her son.
Monday, August 27, 2012
Inspirasi Sebuah Ketupat
Perayaan Idul Fitri di Indonesia rasanya tidak akan meriah tanpa adanya ketupat dan kawan-kawannya. Sehari sebelum Lebaran datang, banyak penjual ketupat muncul di mana-mana. Beberapa tetangga saya dulu waktu kecil, memilih untuk membuat sendiri ketupatnya. Kegiatan membuat ketupat ini dilakukan antar anggota keluarga dan sanak-saudara. Biasanya yang mengerjakan adalah para wanita. Mereka duduk bersama masing-masing asyik menganyam ketupatnya dari sehelai daun kelapa dan yang lainnya kebagian mengisi ketupatnya dengan beras. Kalau ketupatnya sudah terisi, maka ada yang bertugas untuk memasaknya. Di tempat tinggal saya dulu waktu kecil masih berupa kampung, sehingga memasak ketupat berarti memasak di tungku alami yang berupa tumpukan batu bata dan potongan kayu bakar di sebuah halaman. Wanginya ketupat yang dimasak di dalam dandang atau panci besar berhembus ke sekitar melingkupi rumah-rumah tetangga. Bentuk ketupat yang sederhana dan unik sudah menjadi simbol perayraan Lebaran. Di pertokoan, jalanan sebagai hiasan atau illustrasi dari sebuah kartu Lebaran, ketupat memperindah makna kedatangan Idul Fitri.
Karena ketupat itulah, apalagi yang masih belum dimasak, yang warnanya masih hijau muda, saya mendapat inspirasi. Inspirasi itu saya terjemahkan ke dalam sebuah kartu untuk seorang teman yang baru saja merayakan ulang tahun pernikahannya. Intinya dari inspirasi ini adalah wujud ketupat yang berupa pola kotak-kotak. Saya terjemahkan pola itu lewat potongan kertas bermotif yang saya potong berupa bujur sangkar. Cara membuatnya bisa disimak di bawah ini:
Karena ketupat itulah, apalagi yang masih belum dimasak, yang warnanya masih hijau muda, saya mendapat inspirasi. Inspirasi itu saya terjemahkan ke dalam sebuah kartu untuk seorang teman yang baru saja merayakan ulang tahun pernikahannya. Intinya dari inspirasi ini adalah wujud ketupat yang berupa pola kotak-kotak. Saya terjemahkan pola itu lewat potongan kertas bermotif yang saya potong berupa bujur sangkar. Cara membuatnya bisa disimak di bawah ini:
Bahan-bahan:
- kertas kartu/cardstock
- kertas bermotif
- pita
- hiasan berupa sticker atau hasil paper punch
- jarum jahit
- tinta stempel dan sponge make up (tambahan)
- penggaris
- gunting
- lem
Cara Membuatnya:
- Dengan memakai penggaris, buat kotak-kotak di atas kertas bermotifnya, lalu potong.
- Tempelkan potongan kertas bermotif tadi di atas kertas kartunya dan beri jarak yang seragam diantaranya.
- Lingkarkan pita di bagian depan kartu dan buat simpul. Beri lem sedikit supaya kuat pitanya.
- Lalu memakai jarum jahit, buat tusukan lubang-lubang kecil pada ruangan antara kertas bermotif di kertas kartunya.
- Tempelkan sticker ke tas simpul pitanya dan hiasan lain ke bagian lain kartu.
- Sebagai tambahan, pinggiran kartunya bisa dibubuhi tinta stempel untuk mempertegas outline-nya.
Labels:
cute card,
DIY,
greeting card,
ketupat,
Prakarya Kertas,
tutorial
Subscribe to:
Posts (Atom)





































