Saya membuat kartunya dari kertas karton bekas paket pos. Kertasnya tebal dan agak sulit dilipat. Karena itu saya tempelkan pita dari bagian belakang kartu, supaya kartunya bisa tertutup dengan simpulan pitanya. Kartu saya lipat tidak sama panjang, memperlihatkan bagian dalam kartu yng motifnya berbeda. Kartu ini ceria penampilannya dengan warna-warna khas anak-anak. Dua macam kertas bermotif saya tempelkan pada kertas kartonnya. Sementara itu, saya gambar rumus 5 + 1 = 6 di atas kertas sisa, dan melubanginya dengan pisau ketrampilan. Lalu di sekeliling kertas sisa, saya gunting tepiannya dengan gunting berpola dan beri tusukan jarum. Saya lapisi bagian bawahnya dengan kertas berwarna cerah, supaya rumusnya terlihat jelas. Sesudah itu, rumusnya siap ditempelkan ke bagian depan kartu.
Wednesday, March 13, 2013
Kartu Untuk Ulang Tahun Ke-6
Matematika, sebenarnya adalah bahasa universal yang paling bisa dimengerti semua orang. Tidak ada yang memungkiri pengertian 1 + 1 = 2, baik itu di negeri Timur atau Barat. Rumus matematika itu sama. Oleh karena itu, kenapa tidak menggunakan bahasa matematika sebagai pengantar sebuah ucapan ulang tahun. Selain menjadikan sebuah kartu unik, rumus sederhana matematika yang digunakan sebagai pengantar di kartu bisa mendidik anak yang menerimanya. Kali ini kartu buatan saya, saya buat untuk seorang gadis cilik yang akan berulang tahun ke-6. Rumus yang saya pakai: 5 + 1 = 6, bisa diartikan, sesudah usia 5 tahun, bertambah satu menjadi 6 tahun. Angka pertama dalam rumusnya bisa diganti sesuai usia anak yang berulang tahun.
Saya membuat kartunya dari kertas karton bekas paket pos. Kertasnya tebal dan agak sulit dilipat. Karena itu saya tempelkan pita dari bagian belakang kartu, supaya kartunya bisa tertutup dengan simpulan pitanya. Kartu saya lipat tidak sama panjang, memperlihatkan bagian dalam kartu yng motifnya berbeda. Kartu ini ceria penampilannya dengan warna-warna khas anak-anak. Dua macam kertas bermotif saya tempelkan pada kertas kartonnya. Sementara itu, saya gambar rumus 5 + 1 = 6 di atas kertas sisa, dan melubanginya dengan pisau ketrampilan. Lalu di sekeliling kertas sisa, saya gunting tepiannya dengan gunting berpola dan beri tusukan jarum. Saya lapisi bagian bawahnya dengan kertas berwarna cerah, supaya rumusnya terlihat jelas. Sesudah itu, rumusnya siap ditempelkan ke bagian depan kartu.
Saya membuat kartunya dari kertas karton bekas paket pos. Kertasnya tebal dan agak sulit dilipat. Karena itu saya tempelkan pita dari bagian belakang kartu, supaya kartunya bisa tertutup dengan simpulan pitanya. Kartu saya lipat tidak sama panjang, memperlihatkan bagian dalam kartu yng motifnya berbeda. Kartu ini ceria penampilannya dengan warna-warna khas anak-anak. Dua macam kertas bermotif saya tempelkan pada kertas kartonnya. Sementara itu, saya gambar rumus 5 + 1 = 6 di atas kertas sisa, dan melubanginya dengan pisau ketrampilan. Lalu di sekeliling kertas sisa, saya gunting tepiannya dengan gunting berpola dan beri tusukan jarum. Saya lapisi bagian bawahnya dengan kertas berwarna cerah, supaya rumusnya terlihat jelas. Sesudah itu, rumusnya siap ditempelkan ke bagian depan kartu.
Saturday, March 9, 2013
Proses Membuat Kartu Berbunga
Proyek kartu saya ini termasuk proyek lama dan saya pajang di blog prakarya saya yang lama di Multiply tahun 2009. Kartunya berupa kartu ulang tahun untuk seorang teman. Saat mau membuat kartu ini, saya cuma memakai sebuah bunga terbuat dari logam. Saya gambar dulu gambar beberapa bunga yang bertumpukan di bagian depan kartu. Kemudian saya tambahi detail di semua bunganya. Baru sesudahnya saya potong bagian-bagian tertentu dari bunganya memakai pisau ketrampilan, dan kemudian saya gambar outline di bagian pinggirnya dengan marker. Lalu saya warnai bagian tepian kelopak dan tengah bunga, disusul dengan melapisi bagian dalam halaman depan kartu dengan kertas berwarna. Supaya lebih jelas, silahkan melihat tahap demi tahap saya membuat kartu berbunga ini.
1. Saya gambar pola bunga-bunga di halaman depan kartu.
2. Saya tambahkan gambar detailnya, lalu potong bagian tertentu di bagian tengah semua bunganya.
3. Saya gambar outline di sekeliling kelopak bunganya,untuk memudahkan mewarnai bunganya.
5. Saya warnai bagian luar kelopak bunganya.
6. Saya warnai dan tambahkan detail pada tiap bunganya. Lalu saya berikan kertas pelapis di bagian dalam halaman depan kartunya.
1. Saya gambar pola bunga-bunga di halaman depan kartu.
2. Saya tambahkan gambar detailnya, lalu potong bagian tertentu di bagian tengah semua bunganya.
3. Saya gambar outline di sekeliling kelopak bunganya,untuk memudahkan mewarnai bunganya.
5. Saya warnai bagian luar kelopak bunganya.
6. Saya warnai dan tambahkan detail pada tiap bunganya. Lalu saya berikan kertas pelapis di bagian dalam halaman depan kartunya.
7. Saya bubuhi pinggiran kartu dengan tinta stempel, untuk menambah dimensi kartu.
Tuesday, March 5, 2013
Membuat Kartu Hugs & Kisses
Sebelum blog prakarya saya yang ada di Blogger ini, saya sudah mempunyai dan mengurus sebuah blog yang membahas bagaimana berkarya dengan kertas. Selama lebih dari 4 tahun blog prakarya saya di Multiply menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena saya bisa mengajak orang lain untuk turut berkreasi. Selain itu saya menjadi selalu terdorong untuk menciptakan karya-karya baru dan mengembangkan pengetahuan saya dalam hal prakarya kertas. Kemudian, pada tanggal 23 Mei 2008, saya gagas sebuah kegiatan yang saya beri nama PRAKARYA KERTAS. Kegiatan ini bisa berlangsung antara 3 minggu atau sebulan, yang tiap kali berubah temanya. Tiap kegiatan memiliki moderator yang saya tunjuk, yang kemudian akan mengatur berjalannya kegiatan. Dari PK kami berkembang dan bertambah dekat satu sama lain lewat blog masing-masing, dan sayang sekali karena blog di Multiply katanya mau dibubarkan, kegiatan PK jadinya berhenti. Kemudian ada pemikiran untuk menggalakan lagi kegiatan PK lewat grup di Facebook dan ternyata beberapa teman yang pernah meramaikan kegiatan tersebut di blog sebelumnya, ikut mendukung. Untuk itulah saya mau memulainya lagi .
Karya saya berupa kartu ini saya buat tahun 2009, dalam rangka kegiatan Prakarya Kertas bertema Bermain dengan Huruf dan Angka. Sebagai pemanasan memulai PK di grup Facebook, saya mau mengetengahkan tema yang sama, karena ternyata menyenangkan sekali membuat karya kertas dengan inspirasi berupa huruf dan angka.Salah satu karya yang saya buat adalah sebuah kartu dengan tema "Hugs & Kisses" atau kalau di Amerika, dimana saya tinggal, disimbolkan ke dua huruf XO. Saat saya membuat kartu itu, seorang teman sedang menghadapi kesusahan saat anaknya sednag sakit. Kartunya saya buat untuk memberikan sedikit dukungan moril buatnya, seorang ibu yang sedang berharap anaknya bisa lekas sembuh dari sakitnya. Untuk membuat pola XO-nya, saya memakai clear stamp. Saya mewarnai kertas yang sudah distempel dengan tinta stempel. Berikut adalah tahap-tahap pembuatan kartu "Hugs & Kisses".
Stempel huruf-huruf X dan O ke atas kertas (bertekstur).
Saya lubangi bagian tengah huruf O, kemudian warnai kertasnya dengan cara menyapunya dengan tinta stempel memakai sponge make-up. Lalu saya pertegas outline huruf X-nya memakai spidol.
Siapkan kertas untuk dasar kartunya, dengan nuansa senada. Sesudah itu saya tempel kertas bermotif ke atas kertas kartunya, baru kemudian saya tempel kertas berpola XOXO-nya memakai foam tape untuk menciptakan efek 3 dimensi.
Kemudian untuk hiasan pemanisnya, saya buat dua huruf XO memakai kertas berwarna keemasan. Saya mencontoh hurufnya dari cetakan cookies. Jadilah sebuah kartu sederhana yang manis untuk teman tersayang.
Karya saya berupa kartu ini saya buat tahun 2009, dalam rangka kegiatan Prakarya Kertas bertema Bermain dengan Huruf dan Angka. Sebagai pemanasan memulai PK di grup Facebook, saya mau mengetengahkan tema yang sama, karena ternyata menyenangkan sekali membuat karya kertas dengan inspirasi berupa huruf dan angka.Salah satu karya yang saya buat adalah sebuah kartu dengan tema "Hugs & Kisses" atau kalau di Amerika, dimana saya tinggal, disimbolkan ke dua huruf XO. Saat saya membuat kartu itu, seorang teman sedang menghadapi kesusahan saat anaknya sednag sakit. Kartunya saya buat untuk memberikan sedikit dukungan moril buatnya, seorang ibu yang sedang berharap anaknya bisa lekas sembuh dari sakitnya. Untuk membuat pola XO-nya, saya memakai clear stamp. Saya mewarnai kertas yang sudah distempel dengan tinta stempel. Berikut adalah tahap-tahap pembuatan kartu "Hugs & Kisses".
Stempel huruf-huruf X dan O ke atas kertas (bertekstur).
Saya lubangi bagian tengah huruf O, kemudian warnai kertasnya dengan cara menyapunya dengan tinta stempel memakai sponge make-up. Lalu saya pertegas outline huruf X-nya memakai spidol.
Siapkan kertas untuk dasar kartunya, dengan nuansa senada. Sesudah itu saya tempel kertas bermotif ke atas kertas kartunya, baru kemudian saya tempel kertas berpola XOXO-nya memakai foam tape untuk menciptakan efek 3 dimensi.
Kemudian untuk hiasan pemanisnya, saya buat dua huruf XO memakai kertas berwarna keemasan. Saya mencontoh hurufnya dari cetakan cookies. Jadilah sebuah kartu sederhana yang manis untuk teman tersayang.
Monday, February 25, 2013
Love in A Jar - Anniversary Card
Some of my close friends that I have now, are met through blogs. We have similar interests and through times, we become close and closer, almost like a sister in heart. Though distance is between us, and most of the time we have interactions only through typed-words on the computer monitor, in our hearts we understand so many things that makes our friendship flourishes. Sometimes when a special occasion arose, I would make a special card for my friend. A birthday card, an anniversary card, a missing-you card, a thank you card or congrats for her new family addition. This time, I created an anniversary card for a friend who loves to bake. Her creations in baking many types of cakes are superb, but it irritates me that I can only see what she bakes, not taste it. Perhaps one day I got to taste one of her many baked goodies, for now the pictures will entertain me enough. The card shape is like a mason jar, reflecting a kitchen thing, the place where my friend loves to be. I hope this card will sweeten up our long distance friendship.
Saturday, February 23, 2013
Tutorial: Jahitan Tangan di Kertas
Kertas ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang menarik saat diberi hiasan atau efek berupa jahitan. Beberapa orang yang membuat prakarya kertas menggunakan mesin jahit untuk memberikan efek jahitan itu, tapi bagi yang tidak punya mesin jahit seperti saya, maka menjahit dengan tangan adalah satu cara lainnya. Menjahit kertas tidak sulit. Saya menjajalnya sendiri dengan perkiraan sendiri. Sekarang saya ingin bagi pengetahuan sederhana saya ini untuk siapappun yang ingin mencoba menghias karya berwujud kartu atau scrapbook dengan jahitan tangan. Sebelumnya, saya uraikan alat-alat yang diperlukan, dua diantaranya ada gambarnya:
1. Dengan memakai penggaris, gambar titik-titik yang nanti akan dilubangi. Jarak titik-titik ini tergantung pembuat karya, tapi akan lebih mudah dengan mengikuti jarak berdasarkan mm atau cm.
2. Tusuk gambar titik-titik tadi. Siapkan benang dan jarumnya. Lalu memulai dari babgian bawah kertas, masukkan jarum berbenang ke titik pertama.
3. Sesudah jarumnya muncul di titik pertama, masukkan ke titik kedua sampai ke bagian belakang kertas.
4. Kemudian balik kertasnya, masukkan jarum berbenang dari bawah ke titik ketiga, hingga muncul di bagian depan kertas.
5. Masukkan jarum tadi ke titik kedua melalui bagian depan kertas, sampai ke bagian belakangnya.
6. Dari belakang kertas, tusukkan jarum ke titik keempat menuju bagian depan, lalu masukkan jarum ke titik ketiga menuju belakang kertas.
7. Teruskan melakukan langkah-langkah di atas sampai benang hampir habis. Begitu jarum masuk ke bagian belakang kertas, buat simpul supaya benang tidak lepas.
- penggaris
- jarum sulam atau jarum jahit yang besar (saya memasang jarum untuk ke tutup botol anggur/cork)
- alas yang empuk, seperti kain yang dilipat-lipat, busa, dll (saya memakai busa bekas mengamankan kamera dalam tasnya)
- benang, bisa berupa benang sulam atau benang merajut.
Langkah-langkah untuk menjahit tangan pada kertas sebagai berikut:
1. Dengan memakai penggaris, gambar titik-titik yang nanti akan dilubangi. Jarak titik-titik ini tergantung pembuat karya, tapi akan lebih mudah dengan mengikuti jarak berdasarkan mm atau cm.
2. Tusuk gambar titik-titik tadi. Siapkan benang dan jarumnya. Lalu memulai dari babgian bawah kertas, masukkan jarum berbenang ke titik pertama.
3. Sesudah jarumnya muncul di titik pertama, masukkan ke titik kedua sampai ke bagian belakang kertas.
4. Kemudian balik kertasnya, masukkan jarum berbenang dari bawah ke titik ketiga, hingga muncul di bagian depan kertas.
Bagian belakang kertas
Jarum muncul di bagian depan kertas
5. Masukkan jarum tadi ke titik kedua melalui bagian depan kertas, sampai ke bagian belakangnya.
6. Dari belakang kertas, tusukkan jarum ke titik keempat menuju bagian depan, lalu masukkan jarum ke titik ketiga menuju belakang kertas.
Jarum masuk ke titik keempat ke bagian depan kertas
7. Teruskan melakukan langkah-langkah di atas sampai benang hampir habis. Begitu jarum masuk ke bagian belakang kertas, buat simpul supaya benang tidak lepas.
CONTOH-CONTOH KARYA PRAKARYA KERTAS BERHIASKAN JAHITAN TANGAN
Wednesday, February 20, 2013
Kartu Imlek Sederhana
Saya ingin membuat beberapa kartu perayaan tahun baru China (Imlek) sebetulnya, tapi apa daya saya cuma bisa membuat satu. Padahal rencana sudah ada mau membuat seperti apa, ternyata buka hanya pekerjaan rumah saja yang bertambah, ternyata anak dan suami sakit. Jadi saya yang punya waktu sedikit, bisanya membuat sebuah saja kartu buat seorang teman. Kartu lainnya menyusul, meski perayaannya sudah lewat seminggu. Kartunya saya buat sederhana, dengan teknik memotong kertas. Kebetulan saya kangen bermain-main dengan pisau ketrampilan. Jadi kartu ini sekaligus pemanasan untuk membuat proyek lainnya dengan cara memotong kertas.
Bagian luar kartu bisa dibilang sederhaan sekali, sementara bagian dalamnya saya buat meriah dengan paduan warna-warna: merah, emas, cream dan oranye. Seakan-akan bagian dalam kartunya sedang merayakan sebuah pesta tahun baru. Hiasan di bagian depan kartunya berupa manik-manik dari mainan anak saya yang selalu saja saya temukan berceceran. Karena warnanya hijau, mengingatkan saya pada batu giok yang dijadikan perhiasan dalam tradisi China. Sekeliling bagian depan kartu saya jahit tangan dengan benang sulam "floss" berwarna kuning-oranye yang inspirasinya dari jubah para pendeta Budha. Sebisa mungkin kartu perayaan Imlek ini mencerminkan hal-hal yang berlaku atau biasa dalam budaya China. Jadi seklipun kartunya sederhana dan cenderung biasa saja, saya tetap memasukkan detail-detail tertentu yang berhubungan dengan perayaan tahun baru China. Xin Nian Kuai Lei.
Bagian luar kartu bisa dibilang sederhaan sekali, sementara bagian dalamnya saya buat meriah dengan paduan warna-warna: merah, emas, cream dan oranye. Seakan-akan bagian dalam kartunya sedang merayakan sebuah pesta tahun baru. Hiasan di bagian depan kartunya berupa manik-manik dari mainan anak saya yang selalu saja saya temukan berceceran. Karena warnanya hijau, mengingatkan saya pada batu giok yang dijadikan perhiasan dalam tradisi China. Sekeliling bagian depan kartu saya jahit tangan dengan benang sulam "floss" berwarna kuning-oranye yang inspirasinya dari jubah para pendeta Budha. Sebisa mungkin kartu perayaan Imlek ini mencerminkan hal-hal yang berlaku atau biasa dalam budaya China. Jadi seklipun kartunya sederhana dan cenderung biasa saja, saya tetap memasukkan detail-detail tertentu yang berhubungan dengan perayaan tahun baru China. Xin Nian Kuai Lei.
Wednesday, February 13, 2013
Scrapbook: Enam Tahun Kemudian
Kenangan masa kecil anak-anak banyak sekali tersimpan dalam bentuk photo. Mencermati photo demi photo dari waktu ke waktu, rasanya ribuan kenangan muncul di kepala. Asyiknya diapakan photo-photo ketiga anak saya ini ya? Ada dua photo yang ternyata jaraknya tepat enam tahun berselang, diambil pada tahun 2006 dan 2012. Posisi ketiga anak saya pun sama, berjajar layaknya anak tangga, dari yang bungsu sampai yang tertua. Saya akhirnya membuatkan dua halaman scrapbook yang bersisian dan seakan bercerita mengenai perkembangan anak-anak selama enam tahun itu. Proyek terbaru ini masih dalam wujud pendayagunaan katalog barang menjadi album scrapbook. Tema scrapbooknya minimalis, dengan kedekatan motif yang bertautan satu sama lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)





























